Skor akhir
10 September 2017 12:30
27' Icardi (P)
Menit | Komentar teks |
Menit | Komentar teks |
Handanovic |
6.46
6.46
|
Icardi |
6.81
6.81
|
D'Ambrosio |
6.39
6.39
|
Brozovic |
5.27
5.27
|
Miranda |
6.55
6.55
|
Perisic |
7.63
7.63
|
Eder |
6.22
6.22
|
Candreva |
6.48
6.48
|
Joao Mario |
6.53
6.53
|
Gagliardini |
6.87
6.87
|
Skriniar |
8.05
8.05
|
Valero |
6.65
6.65
|
Vecino |
6.38
6.38
|
Estevão |
6.14
6.14
|
Peringkat rata-rata | 6.6 |
6 | tembakan tepat sasaran | 1 |
6 | tembakan meleset | 4 |
13 | pelanggaran | 13 |
8 | tendangan sudut | 6 |
0 | offside | 2 |
64% | penguasaan bola | 36% |
1 Desember 2019 | 2-1 | 16' Martínez, 41' Martínez, 52' Valoti, | pertandingan |
10 Maret 2019 | 2-0 | 73' Politano, 83' Gagliardini, | pertandingan |
10 September 2017 | 2-0 | 27' Icardi(Rig), 89' Perisic, | pertandingan |
26 November 1967 | 2-0 | 13' Massei (Aut), 61' Bonfanti | |
8 Oktober 1966 | 2-1 | 2' Domenghini, 12' Jair, 29' Capello | |
9 April 1966 | 2-1 | 17 Peirò, 47' Muzzio, 66' Peirò | |
23 Februari 1964 | 0-0 | ||
9 Desember 1962 | 3-2 | 25' Di Giacomo, 32' Suarez, 68' Mazzola, 72' De Souza, 90' Micheli | |
4 Oktober 1961 | 2-1 | 41' Gori, 68' Bolchi, 88' Bolchi | |
25 Desember 1960 | 4-1 | 38' Novelli, 47' Lindskog, 50' Corso, 63' Corso, 65' Firmani | |
15 November 1959 | 2-1 | 64' Bolchi, 84' Massei, 90' Bolchi | |
12 Oktober 1958 | 8-0 | 3' Angelillo, 30' Lindskog, 44' Angelillo, 45' Angelillo, 46' Angelillo, 52' Rovatti, 69' Angelillo, 87' Lindskog | |
2 Februari 1958 | 4-0 | 6' Bicicli, 51' Angelillo, 74' Angelillo, 80' Pandolfini | |
3 Februari 1957 | 2-0 | 9' Pandolfini, 24' Maffei | |
28 Januari 1956 | 3-1 | 42' Massei, 47' Lucchi, 78' Vonlanthen, 88' Massei | |
26 September 1954 | 1-0 | 43' Armano (Rig) | |
27 September 1953 | 4-2 | 10' Buzzin, 16' Skoglund, 37' Lorenzi, 39' Stefanini, 40' Brighenti, 64' Bulent | |
15 Maret 1953 | 1-1 | 40' Fontanesi, 48' Nyers | |
30 Maret 1952 | 1-0 | 9' Nyers (Rig) |
MILAN – San Siro kembali menjadi arena pertandingan setelah jeda internasional. Luciano Spalletti memainkan skuat yang sudah dapat diprediksi menjelang kick-off. Handanovic di bawah mistar gawang, D’Ambrosio, Skriniar, Miranda dan Dalbert mengawal lini pertahanan. Borja Valero dan Gagliardini berada di jantung lini tengah sementara Candreva, Perisic dan Joao Mario bertugas untuk menyerang di belakang Icardi. Inter memulai pertandingan dengan baik berkat Gagliardini yang meraih dua peluang emas, namun masih belum mampu merobek gawang lawan. SPAL sangat terorganisir di lini belakang namun pada menit ke-23, Icardi memberi umpan kepada Joao Mario yang berlari menuju kotak penalti lalu dijatuhkan oleh pemain lawan. Awalnya, Gavillucci menghadiahkan tendangan bebas di ujung kotak penalti sebelum mengubah keputusannya menjadi penalti berkat bantuan VAR. Icardi tidak melakukan kesalahan dan Inter berhasil unggul. SPAL mencoba untuk merespon tetapi Nerazzurri tetap mengendalikan permainan dan D’Ambrosio beberapa kali nyaris mencetak gol dengan percobaan keduanya memaksa Gomis melakukan penyelamatan dengan menepis bola ke atas mistar gawangnya.
Babak kedua dimulai tanpa ada pergantian pemain yang dilakukan. SPAL menaikkan tempo pertandingan namun mereka meninggalkan celah yang beresiko di sisi kiri pertahanan. Nerazzurri tampil apik melalui Dalbert yang bermain untuk pertama kalinya di Giuseppe Meazza dan melaluinya, Inter melakukan tendangan percobaan dari luar kotak penalti. Brozovic mendapatkan kesempatannya setelah masuk menggantikan Joao Mario, pemain Kroasia ini langsung melepaskan tendangan dari posisi yang bagus setelah menerima operan dari Perisic namun usahanya masih melambung. Beberapa menit kemudian, Skriniar maju membantu penyerangan dan melepaskan tendangan jarak jauh yang membentur mistar gawang. Pertandingan tampak seperti akan berakhir begitu saja, namun Perisic kembali membuat penonton San Siro bersorak sorai di menit 90 dengan gol yang spektakuler. SPAL berusaha untuk memberi respon melalui Bonazzoli yang mencoba upaya dari jarak jauh, tapi tidak menemukan sasaran. Sebanyak 58 ribu pendukung memberi tepuk tangan saat tim menuju keluar lapangan yang juga menjadi rekor kehadiran penonton baru, saat kick-off pukul 12:30. Inter sekarang memiliki jumlah poin yang sama seperti sang pemuncak klasemen sementara. Crotone adalah lawan berikutnya pada hari Sabtu.
INTER 2-0 SPAL (Icardi pen. 27', Perisic 88')
INTER: 1 Handanovic, 5 Gagliardini, 9 Icardi, 10 Joao Mario (66' Brozovic), 20 Borja Valero (77' Vecino), 25 Miranda, 29 Dalbert, 33 D'Ambrosio, 37 Skriniar, 44 Perisic, 87 Candreva (89' Eder)
Pemain Pengganti: 27 Padelli, 46 Berni, 11 Vecino, 13 Ranocchia, 17 Karamoh, 23 Eder, 55 Nagatomo, 61 Vanheusden, 77 Brozovic, 99 Pinamonti
Pelatih: Luciano Spalletti
SPAL: 1 Gomis, 15 Vaisanen, 20 Mora (77' Grassi), 21 Salamon, 22 Borriello, 23 Vicari, 28 Schiattarella, 29 Lazzari, 33 Costa, 43 Paloschi (66' Antenucci), 77 Viviani (84' Bonazzoli)
Pemain Pengganti: 17 Poluzzi, 92 Marchegiani, 6 Cremonesi, 7 Antenucci, 8 Bellemo, 9 Bonazzoli, 12 Konate, 14 Mattiello, 18 Schiavon, 24 Vitale, 27 Felipe, 88 Grassi.
Pelatih: Leonardo Semplici
Wasit: Gavillucci
Asisten Wasit: Schenone, Mondin
Ofisial Keempat: Ghersini
Operator VAR: Mazzoleni, Giua
Kartu Kuning: D'Ambrosio (I), Gagliardini (I), Vicari (S), Mora (S)
susunan pemain awal
Handanovic 1 | 1 Gomis |
D'Ambrosio 33 | 21 Salamon |
Skriniar 37 | 23 Vicari |
Miranda 25 | 15 Vaisanen |
Estevão 29 | 29 Lazzari |
Gagliardini 5 | 28 Schiattarella |
Valero 20 | 77 Viviani |
Candreva 87 | 20 Mora |
Joao Mario 10 | 33 Costa |
Perisic 44 | 43 Paloschi |
Icardi 9 | 22 Borriello |
cadangan
Padelli 27 | 17 Poluzzi |
Berni 46 | 92 Marchegiani |
Vecino 11 | 6 Cremonesi |
Ranocchia 13 | 7 Antenucci |
Karamoh 17 | 8 Bellemo |
Eder 23 | 9 Bonazzoli |
Nagatomo 55 | 12 Konate |
Vanheusden 61 | 14 Mattiello |
Brozovic 77 | 18 Schiavon |
Pinamonti 99 | 24 Vitale |
27 Felipe | |
88 Grassi |